Ta'awun
Manusia adalah makhluk
individualis, namun sekaligus makhluk sosial. Manusia membutuhkan privasi,
namun tidak akan pernah mampu hidup tanpa campur tangan dan pertolongan orang
lain. Tolong menolong dalam kebaikan merupakan
salah satu bentuk sikap hidup yang didambakan oleh umat manusia di seluruh muka
bumi. Sikap hidup saling tolong menolong dapat mewujudkan terciptanya kedamaian
bagi umat manusia. Sikap hidup saling tolong menolong merupakan kunci dan tips
hidup tentram di mana pun kita berada.
1. Dilandasi Keikhlasan
2. Menolong dengan Sesuatu yang Baik
Referensi:
Ta’awun berasal dari
bahasa Arab Ta’awana, Yata’aawuna, Ta’awuna, yang artinya tolong-menolong,
gotong-royong, bantu-membantu dengan sesama manusia. Sedangkan menurut istilah,
pengertian ta’awun adalah sifat tolong menolong diantara sesama manusia dalam
hal kebaikan dan takwa. Dalam ajaran Islam, tolong menolong merupakan kewajiban
setiap muslim. Sudah semestinya konsep tolong menolong ini dikemas sesuai
dengan syariat Islam, dalam artian tolong menolong hanya diperbolehkan dalam
kebaikan dan takwa, dan tidak diperbolehkan tolong menolong dalam hal dosa atau
permusuhan.
Sikap hidup saling
tolong menolong merupakan kunci dan tips hidup tentram di mana pun kita berada.
Allah
Swt telah menyebutkan perintah tolong menolong dalam firmannya:
وَتَعَاوَنُوا عَلَى الْبِرِّ وَالتَّقْوَى وَلَا
تَعَاوَنُوا عَلَى الْإِثْمِ وَالْعُدْوَانِ وَاتَّقُوا اللَّهَ إِنَّ اللَّهَ
شَدِيدُ الْعِقَابِ
“Dan
tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa, dan jangan
tolong-menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran. dan bertakwalah kamu kepada
Allah, Sesungguhnya Allah Amat berat siksa-Nya.”(QS. Al-Maidah: 2)
Dalam
ayat tersebut terdapat redaksi kata “al-birru” dan “at-Taqwa” yang memiliki
hubungan yang sangat erat. Karena masing-masing menjadi bagian dari yang
lainnya. Secara sederhana, makna dari kata al-Birru adalah kebaikan. Maksud
dari kebaikan dalam hal ini adalah kebaikan yang menyeluruh, mencakup segala
macam dan ragam.
Imam ibnu al-Qayyim
mendefinisikan bahwa al-Birru adalah satu kata bagi seluruh jenis kebaikan dan
kesempurnaan yang dituntut dari seorang hamba. Lawan katanya ialah al-istmu
(dosa) yang mempunyai makna satu ungkapan yang mencakup segala bentuk kejelekan
dan aib yang menjadi sebab seorang hamba sangat dicela apabila melakukannya.
(Tafsir al-Qur’an al-‘Azhim)
Tidak jauh berbeda,
syaikh as-Sa’di rahimahullah mengatakan bahwa al-Birru adalah sebuah nama yang
mencakup segala yang Allah Subḥānahu wa Ta’ālā
cintai dan ridhai, berupa perbuatan-perbuatan yang dhahir maupun batin, yang
berhubungan dengan hak Allah Subḥānahu wa Ta’ālā atau hak sesama manusia.
Dari redaksi ayat di
atas, dapat kita ketahui bahwa Islam sangat menjunjung tinggi tolong menolong.
Tolong menolong telah menjadi sebuah keharusan, karena apapun yang kita kerjakan
tentu membutuhkan pertolongan dari orang lain. Maka dalam suatu hadis telah
disebutkan, bahwa antara mukmin yang satu dengan yang lainnya bagaikan sebuah
bangunan yang saling memperkuat antara sebagian dengan yang lainnya. Pun begitu
juga dengan ta’awun,tolong menolong adalah suatu sistem yang benar-benar
memperindah Islam. Manusia satu dengan yang lainnya pastilah saling
membutuhkan. tidak ada seorang manusia pun di muka bumi ini yang tidak
membutuhkan pertolongan dari yang lain.
Tolong menolong adalah
perbuatan yang baik, namun terkadang masih ada segelintir orang yang belum
memahami bahwa dalam tolong menolong pun terdapat etika yang harus
diperhatikan. Baik bagi si penolong maupun si peminta tolong, menjaga etika
dalam tolong menolong perlu dilakukan supaya tindakan tolong menolong tidak
menimbulkan perasaan tidak enak bagi satu maupun kedua belah pihak.
1.
Etika Menolong
Tidak ada yang salah
dengan menolong orang lain, namun sikap menolong bisa jadi salah jika tidak
dilakukan dalam bentuk dan cara yang benar. Berikut adalah etika yang harus
diperhatikan ketika kita hendak menolong orang lain:
Menolong seseorang
haruslah berlandaskan keikhlasan. Tujuan kita tolong menolong adalah untuk
membantu orang lain yang sedang kesusahan. Jangan sampai tolong menolong justru
dimanfaatkan untuk mengharapkan imbalan. Biarlah perbuatan baik kita dalam
tolong menolong dibalas oleh Tuhan melalui orang-orang lain yang kita temui
setiap harinya, jangan hanya mengharapkan orang yang kita bantu untuk membalas
perbuatan baik kita.
Pernahkan Anda
menyumbangkan baju bekas untuk korban bencana alam? Perbuatan ini sangatlah
patut untuk dilakukan karena orang-orang yang sedang menjadi korban bencana
alam sangat membutuhkan pakaian-pakaian dari hasil sumbangan. Namun satu hal
yang perlu diingat, menyumbang baju bekas bukan berarti memberikan baju yang
sudah berlubang dan kotor. Dalam membantu orang lain, hendaknya kita memberikan
sesuatu yang baik. Jika kita hanya bisa membantu lewat baju bekas, pilihlah
baju bekas yang masih bagus dan layak pakai. Jangan sampai tindakan baik kita
menolong orang lain jadi tidak berguna karena tidak dapat dipakai atau justru
menyakiti orang lain karena seakan kita meremehkan mereka.
c.
3. Dilakukan dengan Cara atau Sikap yang
Baik
Selain menolong dengan
sesuatu yang baik, tolong menolong juga harus dilakukan dengan cara yang baik.
Jika ada ibu-ibu tua yang datang untuk meminta bantuan uang kepada kita,
cobalah untuk memberi bantuan ketika kita sedang memiliki rezeki. Namun, ketika
kita benar-benar kesulitan dan tidak bisa membantunya, tolaklah permintaannya
dengan cara yang sopan dan halus. Jangan pernah membentak atau mencaci maki
orang yang meminta bantuan kita.
d.
4. Jangan Membeda-Bedakan
Dalam tolong menolong,
jangan pernah membeda-bedakan orang lain. Jangan jadikan suku, ras, atau agama
untuk memilih-milih orang mana yang hendak kita bantu. Jika ada orang
kesulitan, apapun sukunya, apapun rasnya, atau apapun agamanya haruslah kita
beri bantuan dengan sesegera mungkin.
e.
5. Jangan Diingat-Ingat dan Jangan
Disebut-Sebut
Banyak orang yang
memiliki kebiasaan mengingat-ingat bantuan yang telah ia berikan untuk orang lain.
Bahkan beberapa sampai menyebut-nyebut pertolongan yang diberikannya tersebut
baik kepada orang yang ditolong maupun terhadap orang lain. Seperti poin yang
telah dibahas sebelumnya, memberikan bantuan itu harus ikhlas. Ikhlas yang
dimaksud termasuk tidak mengingat-ingat bahkan mengungkit-ungkit bantuan yang
pernah kita berikan ke orang lain.
Etika meminta tolong
a. 1. Minta Tolonglah untuk Hal-Hal yang
Genting/ Darurat
Mintalah tolong ketika
ada sesuatu hal yang sangat mendesak. Misalnya Anda hendak meminjam uang kepada
rekan kantor Anda. Pinjamlah hanya saat Anda benar-benar terdesak, seperti saat
orang tua Anda sakit atau anak Anda harus membayar uang sekolah namun di saat
yang bersamaan tabungan Anda sedang benar-benar habis. Jangan sampai Anda
meminjam uang teman Anda hanya untuk sesuatu yang kurang penting, seperti
misalnya membeli baju baru karena bosan dengan baju lama Anda.
b.
2. Jangan Meminjam Alat-Alat yang Sering
Dipakai
Jika Anda membutuhkan
sebuah barang yang akan rutin Anda pakai, lebih baik Anda membelinya sendiri
dibandingkan meminjam ke orang lain. Misalnya Anda membutuhkan alat potong
kuku, meskipun teman kos Anda memilikinya, namun ada baiknya Anda membeli
potong kuku sendiri dibanding meminjam alat tersebut setiap satu minggu sekali.
c. 3. Jangan Sering Meminta Tolong untuk
Hal-Hal Sepele
Kadang kita malas
melakukan sesuatu yang sebenarnya mudah untuk dilakukan. Sebagai jalan
keluarnya, terkadang kita memanfaatkan kebaikan orang lain untuk membantu kita.
Misalnya, meskipun hanya dua langkah ke depan, tapi kita sering malas mengambil
remote televisi yang ada di meja. Kemudian yang kita lakukan justru memanggil
asisten rumah tangga (ART) kita untuk datang demi mengambilkan remote tersebut
meskipun sebenarnya jarak kita lebih dekat dari remote tersebut. Perbuatan ini
tentunya tidak beretika, selain karena hal tersebut adalah kebutuhan kita, hal
tersebut juga sangat sepele untuk dilakukan.
d.
4. Perhatikan Bahasa Tubuh Penolong
Jika Anda jeli dalam
mengamati gerak tubuh seseorang, seringkali beberapa orang yang dimintai
pertolongan merespon permintaan secara tidak spontan (ada jeda diam 2-3 detik).
Ketidakspontanan jawaban mengindikasikan orang tersebut sedang berpikir,
mungkin dia sedang sibuk untukmembagi-bagi waktu senggangnya atau juga
mencari-cari alasan yang tepat dengan jawaban elegan bahwa dia tidak bisa
menolong karena suatu hal. Jika hal ini terjadi pada Anda, ada baiknya Anda
tidak melangkah lebih jauh untuk memaksakan diri meminta tolong. Jawaban
spontan adalah jawaban yang bersumber dari alam bawah sadar. Jawaban inilah
indikator ketulusan orang dalam membantu.
e.
5. Jangan Meminta Secara Paksa
Meminta tolong secara
paksa adalah perbuatan yang tidak baik, sekalipun Anda sangat membutuhkan
bantuan. Orang yang Anda paksa untuk menolong akan memandang Anda sebagai orang
yang tidak menyenangkan dan hobi menyusahkan orang lain.
Mungkin sekian ulasan tentang tolong menolong, walaupun sumbernya dari copas semoga dapat bermanfaat. Jangan lupa tolong menolon.
Referensi:

Komentar
Posting Komentar