Ta'awun

           Manusia adalah makhluk individualis, namun sekaligus makhluk sosial. Manusia membutuhkan privasi, namun tidak akan pernah mampu hidup tanpa campur tangan dan pertolongan orang lain.  Tolong menolong dalam kebaikan merupakan salah satu bentuk sikap hidup yang didambakan oleh umat manusia di seluruh muka bumi. Sikap hidup saling tolong menolong dapat mewujudkan terciptanya kedamaian bagi umat manusia. Sikap hidup saling tolong menolong merupakan kunci dan tips hidup tentram di mana pun kita berada.

Ta’awun berasal dari bahasa Arab Ta’awana, Yata’aawuna, Ta’awuna, yang artinya tolong-menolong, gotong-royong, bantu-membantu dengan sesama manusia. Sedangkan menurut istilah, pengertian ta’awun adalah sifat tolong menolong diantara sesama manusia dalam hal kebaikan dan takwa. Dalam ajaran Islam, tolong menolong merupakan kewajiban setiap muslim. Sudah semestinya konsep tolong menolong ini dikemas sesuai dengan syariat Islam, dalam artian tolong menolong hanya diperbolehkan dalam kebaikan dan takwa, dan tidak diperbolehkan tolong menolong dalam hal dosa atau permusuhan.

Sikap hidup saling tolong menolong merupakan kunci dan tips hidup tentram di mana pun kita berada.
Allah Swt telah menyebutkan perintah tolong menolong dalam firmannya:
وَتَعَاوَنُوا عَلَى الْبِرِّ وَالتَّقْوَى وَلَا تَعَاوَنُوا عَلَى الْإِثْمِ وَالْعُدْوَانِ وَاتَّقُوا اللَّهَ إِنَّ اللَّهَ شَدِيدُ الْعِقَابِ
            “Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran. dan bertakwalah kamu kepada Allah, Sesungguhnya Allah Amat berat siksa-Nya.”(QS. Al-Maidah: 2)
            Dalam ayat tersebut terdapat redaksi kata “al-birru” dan “at-Taqwa” yang memiliki hubungan yang sangat erat. Karena masing-masing menjadi bagian dari yang lainnya. Secara sederhana, makna dari kata al-Birru adalah kebaikan. Maksud dari kebaikan dalam hal ini adalah kebaikan yang menyeluruh, mencakup segala macam dan ragam.
Imam ibnu al-Qayyim mendefinisikan bahwa al-Birru adalah satu kata bagi seluruh jenis kebaikan dan kesempurnaan yang dituntut dari seorang hamba. Lawan katanya ialah al-istmu (dosa) yang mempunyai makna satu ungkapan yang mencakup segala bentuk kejelekan dan aib yang menjadi sebab seorang hamba sangat dicela apabila melakukannya. (Tafsir al-Qur’an al-‘Azhim)
Tidak jauh berbeda, syaikh as-Sa’di rahimahullah mengatakan bahwa al-Birru adalah sebuah nama yang mencakup segala yang Allah Subḥānahu wa Ta’ālā  cintai dan ridhai, berupa perbuatan-perbuatan yang dhahir maupun batin, yang berhubungan dengan hak Allah Subḥānahu wa Ta’ālā atau hak sesama manusia.

Dari redaksi ayat di atas, dapat kita ketahui bahwa Islam sangat menjunjung tinggi tolong menolong. Tolong menolong telah menjadi sebuah keharusan, karena apapun yang kita kerjakan tentu membutuhkan pertolongan dari orang lain. Maka dalam suatu hadis telah disebutkan, bahwa antara mukmin yang satu dengan yang lainnya bagaikan sebuah bangunan yang saling memperkuat antara sebagian dengan yang lainnya. Pun begitu juga dengan ta’awun,tolong menolong adalah suatu sistem yang benar-benar memperindah Islam. Manusia satu dengan yang lainnya pastilah saling membutuhkan. tidak ada seorang manusia pun di muka bumi ini yang tidak membutuhkan pertolongan dari yang lain.

Tolong menolong adalah perbuatan yang baik, namun terkadang masih ada segelintir orang yang belum memahami bahwa dalam tolong menolong pun terdapat etika yang harus diperhatikan. Baik bagi si penolong maupun si peminta tolong, menjaga etika dalam tolong menolong perlu dilakukan supaya tindakan tolong menolong tidak menimbulkan perasaan tidak enak bagi satu maupun kedua belah pihak.

1.      Etika Menolong         
Tidak ada yang salah dengan menolong orang lain, namun sikap menolong bisa jadi salah jika tidak dilakukan dalam bentuk dan cara yang benar. Berikut adalah etika yang harus diperhatikan ketika kita hendak menolong orang lain:

1.  Dilandasi Keikhlasan
Menolong seseorang haruslah berlandaskan keikhlasan. Tujuan kita tolong menolong adalah untuk membantu orang lain yang sedang kesusahan. Jangan sampai tolong menolong justru dimanfaatkan untuk mengharapkan imbalan. Biarlah perbuatan baik kita dalam tolong menolong dibalas oleh Tuhan melalui orang-orang lain yang kita temui setiap harinya, jangan hanya mengharapkan orang yang kita bantu untuk membalas perbuatan baik kita.

2. Menolong dengan Sesuatu yang Baik
Pernahkan Anda menyumbangkan baju bekas untuk korban bencana alam? Perbuatan ini sangatlah patut untuk dilakukan karena orang-orang yang sedang menjadi korban bencana alam sangat membutuhkan pakaian-pakaian dari hasil sumbangan. Namun satu hal yang perlu diingat, menyumbang baju bekas bukan berarti memberikan baju yang sudah berlubang dan kotor. Dalam membantu orang lain, hendaknya kita memberikan sesuatu yang baik. Jika kita hanya bisa membantu lewat baju bekas, pilihlah baju bekas yang masih bagus dan layak pakai. Jangan sampai tindakan baik kita menolong orang lain jadi tidak berguna karena tidak dapat dipakai atau justru menyakiti orang lain karena seakan kita meremehkan mereka.

c.       3. Dilakukan dengan Cara atau Sikap yang Baik
Selain menolong dengan sesuatu yang baik, tolong menolong juga harus dilakukan dengan cara yang baik. Jika ada ibu-ibu tua yang datang untuk meminta bantuan uang kepada kita, cobalah untuk memberi bantuan ketika kita sedang memiliki rezeki. Namun, ketika kita benar-benar kesulitan dan tidak bisa membantunya, tolaklah permintaannya dengan cara yang sopan dan halus. Jangan pernah membentak atau mencaci maki orang yang meminta bantuan kita.

d.      4. Jangan Membeda-Bedakan
Dalam tolong menolong, jangan pernah membeda-bedakan orang lain. Jangan jadikan suku, ras, atau agama untuk memilih-milih orang mana yang hendak kita bantu. Jika ada orang kesulitan, apapun sukunya, apapun rasnya, atau apapun agamanya haruslah kita beri bantuan dengan sesegera mungkin.
                                                                
e.       5. Jangan Diingat-Ingat dan Jangan Disebut-Sebut
Banyak orang yang memiliki kebiasaan mengingat-ingat bantuan yang telah ia berikan untuk orang lain. Bahkan beberapa sampai menyebut-nyebut pertolongan yang diberikannya tersebut baik kepada orang yang ditolong maupun terhadap orang lain. Seperti poin yang telah dibahas sebelumnya, memberikan bantuan itu harus ikhlas. Ikhlas yang dimaksud termasuk tidak mengingat-ingat bahkan mengungkit-ungkit bantuan yang pernah kita berikan ke orang lain.

Etika meminta tolong


a.        1. Minta Tolonglah untuk Hal-Hal yang Genting/ Darurat
Mintalah tolong ketika ada sesuatu hal yang sangat mendesak. Misalnya Anda hendak meminjam uang kepada rekan kantor Anda. Pinjamlah hanya saat Anda benar-benar terdesak, seperti saat orang tua Anda sakit atau anak Anda harus membayar uang sekolah namun di saat yang bersamaan tabungan Anda sedang benar-benar habis. Jangan sampai Anda meminjam uang teman Anda hanya untuk sesuatu yang kurang penting, seperti misalnya membeli baju baru karena bosan dengan baju lama Anda. 
b.      2. Jangan Meminjam Alat-Alat yang Sering Dipakai
Jika Anda membutuhkan sebuah barang yang akan rutin Anda pakai, lebih baik Anda membelinya sendiri dibandingkan meminjam ke orang lain. Misalnya Anda membutuhkan alat potong kuku, meskipun teman kos Anda memilikinya, namun ada baiknya Anda membeli potong kuku sendiri dibanding meminjam alat tersebut setiap satu minggu sekali. 
c.       3. Jangan Sering Meminta Tolong untuk Hal-Hal Sepele
Kadang kita malas melakukan sesuatu yang sebenarnya mudah untuk dilakukan. Sebagai jalan keluarnya, terkadang kita memanfaatkan kebaikan orang lain untuk membantu kita. Misalnya, meskipun hanya dua langkah ke depan, tapi kita sering malas mengambil remote televisi yang ada di meja. Kemudian yang kita lakukan justru memanggil asisten rumah tangga (ART) kita untuk datang demi mengambilkan remote tersebut meskipun sebenarnya jarak kita lebih dekat dari remote tersebut. Perbuatan ini tentunya tidak beretika, selain karena hal tersebut adalah kebutuhan kita, hal tersebut juga sangat sepele untuk dilakukan.
d.      4. Perhatikan Bahasa Tubuh Penolong
Jika Anda jeli dalam mengamati gerak tubuh seseorang, seringkali beberapa orang yang dimintai pertolongan merespon permintaan secara tidak spontan (ada jeda diam 2-3 detik). Ketidakspontanan jawaban mengindikasikan orang tersebut sedang berpikir, mungkin dia sedang sibuk untukmembagi-bagi waktu senggangnya atau juga mencari-cari alasan yang tepat dengan jawaban elegan bahwa dia tidak bisa menolong karena suatu hal. Jika hal ini terjadi pada Anda, ada baiknya Anda tidak melangkah lebih jauh untuk memaksakan diri meminta tolong. Jawaban spontan adalah jawaban yang bersumber dari alam bawah sadar. Jawaban inilah indikator ketulusan orang dalam membantu.
e.       5. Jangan Meminta Secara Paksa
Meminta tolong secara paksa adalah perbuatan yang tidak baik, sekalipun Anda sangat membutuhkan bantuan. Orang yang Anda paksa untuk menolong akan memandang Anda sebagai orang yang tidak menyenangkan dan hobi menyusahkan orang lain.

Mungkin sekian ulasan tentang tolong menolong, walaupun sumbernya dari copas semoga dapat bermanfaat. Jangan lupa tolong menolon.

Referensi:




Komentar

Postingan populer dari blog ini

Internet

Hakikat Sabar